Helen terus berjalan tanpa menghiraukan Gio lagi. Sudah cukup bukti yang dia lihat untuk membuktikan siapa sebenarnya laki-laki itu. "Ternyata gosip yang beredar selama ini benar. Gio nggak lebih dari seorang b******k yang sering mainin cewek." Sepanjang perjalanan menuju kantin, tak henti-hentinya Helen mengumpat pria yang sekarang telah menjadi mantannya itu. Tak ada senyum yang melengkung di bibir Helen, suasana hatinya benar-benar buruk kali ini. "Argh ...! Sial!" Geram yang dirasakannya kini, seolah apa yang diperjuangkannya selama ini hanyalah sia-sia. Helen menertawakan dirinya sendiri yang begitu bodoh telah mempercayai laki-laki seperti Gio. "b******k!" umpatnya sesaat sebelum duduk di kursi kantin. Untung masih pagi, jadinya belum banyak yang datang ke kampus, dan tak ada ya

