Kini Nathan dan Helen telah tiba di kediaman keduanya. Masih di dalam mobil, belum berani keluar. Keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing. Helen takut jika kena omel ibunya, terlebih ayahnya. Karena, meski jarang mengomel, tapi jika ayahnya sudah marah, Helen menjadi sangat takut. Sedang Nathan masih memikirkan omongan ibunya kemarin. Bikinin cucu, ya. Kata-kata itu terus terngiang dalam pikiran Nathan. Bagaimana jika ibunya benar-benar meminta cucu darinya? Ini semakin membuat pusing. "Fyuh ...!" Kedua manusia itu bersamaan membuang napas. Helen menatap tak suka ke arah Nathan. "Kenapa lo ngikut aja?" Jika bisa dibilang, Helen adalah manusia terketus yang pernah Nathan jumpai. Biasanya gadis -gadis lebih banyak yang bersikap manis jika berjumpa dengannya. Parasnya yang good lo

