"Bodo amatlah!" Nathan ikut masuk dalam selimut yang menutupi tubuh Helen. Nggak mungkin 'kan dia harus tidur tanpa baju di bawah AC yang dingin? Matanya masih terjaga, bahkan bisa dikatakan dia sama sekali tidak merasakan ngantuk. Jantungnya masih saja berdebar kencang, entah apa yang ada dalam hatinya kini. Nathan memaksakan matanya untuk terpejam, dari pada dia terus memikirkan sesuatu yang membuat bagian bawahnya menegang. Itu benar-benar menyiksanya. Nathan tidak akan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Meski jika dia mau, Helen dalam kondisi mabuk seperti ini, tidak akan menolaknya. Akhirnya netra Nathan dapat terpejam juga, setelah perjuangan panjang yang menguras otak dan tenaganya. Malam semakin dingin dan Nathan semakin merapalkan tubuhnya pada Helen. Cahaya matahari mene

