Helen mengantar Nathan hingga ke sekolah, selamat tanpa berkurang suatu apa pun. Yang membuat Nathan merasa sedikit aneh adalah Helen yang terus tersenyum sepanjang perjalanan. Meski sempat berpikiran buruk, nyatanya kecurigaan Nathan sama sekali tidak terbukti. Nathan masih berdiri di depan gerbang sekolahnya, menatap kepergian mobil Helen. Anak itu masih tak percaya jika ini kenyataan. Segera dia mencubit lengannya, siapa tahu tidak sakit. "Aw ...! Ternyata sakit!" Rupanya ini bukan sekedar mimpi. "Sayang ...!" Nathan sedikit kaget ketika Salsa tahu-tahu sudah berada di sampingnya. Tangannya melingkar di lengan Nathan. Nathan tersenyum menyambut kekasih hatinya itu. "Hai!" sapa Nathan pada Salsa. "Tadi yang nganter kamu, siapa?" tanya Salsa penasaran. Nathan seringkali masuk sekola

