"Bro! Kenapa cewek lo nggak masuk lagi?" Danu berbisik di tengah pelajaran Bahasa Indonesia. Danu dan Nathan memang sebangku, sedang Miko duduk sendiri di depan mereka. Mereka bertiga bergiliran duduknya. Kadang Nathan dengan Miko kadang dengan Danu, kadang pula sendirian. Mereka hanya bertiga dan tidak berniat menambah personil lagi. Nathan menoleh ke arah bangku yang biasanya menjadi tempat duduk Salsa, hanya ada Gea di sana. "Sakit," jawab Nathan singkat. Pemuda itu tengah bingung dengan perasaannya sendiri. Sebenarnya hatinya milik siapa? Nathan kira dia tidak akan berpaling dari Salsa, nyatanya dia kini malah terus-terusan memikirkan Helen. "Sakit apa?" tanya Danu dan Miko barengan. Rupanya Miko dapat mendengar perkataan Nathan. Langsung saja Bu Wati, guru Bahasa Indonesia melihat

