Ciuman Pertama

1446 Kata

Aku telah kalah Karena tak lagi mampu membuatmu tertawa Carilah bahagia Meski aku tak lagi ada di dalamnya *** Embun menggigit bibir bawah, berusaha memberanikan diri untuk berucap. “Al, jam tiga Mas Pandu mau jemput aku. Penting, katanya.” Embun sedikit ragu mengucapkan dua kalimat itu. “Oh, jadi batal ke rumahku, kan? Nggak papa. Aku sih sadar diri aja, kok, Mbun.” Al berucap sedikit sinis. “Kamu marah, ya, Al? Maaf, ini juga dadakan soalnya.” Rasa bersalah menghinggapi hati gadis itu. “Nggak, kok. Udah, kelarin aja urusan kamu sama dia. Besok pulang kerja, baru kita ke rumahku.” Embun tahu, permintaan Al kali ini tak mungkin dia tolak. Siap tidak siap, dia harus ke rumah Al untuk mengobati rasa kecewanya hari ini. “Iya, besok kita ke sana, ya. Aku janji.” Al tersenyum. “Yuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN