Setiba di kontrakan, Embun meminta Al untuk langsung pulang. Dia ingin segera mandi dan beristirahat. “Mandi bareng, yuk.” Al mengerling nakal. “Kan, aku juga belum mandi.” “Dasar, otak m***m. No. Big No. Sono, pulang!” Embun tertawa geli dan mendorong tubuh pemuda itu agar segera naik ke atas jok motor. “Ingat perjanjian kita,” imbuh gadis itu. “Hahaha. Iya, iya. Aku bercanda, kok. Aku pulang dulu, ya.” Al segera menyalakan mesin motor. Dia melambai sekilas, sebelum melaju pergi. Tetaplah ceria seperti itu, Al. Apa pun yang terjadi, jangan kalah dengan keadaan. Doa Embun dalam hati untuk Al. Dia takut, suatu hari nanti Al akan kecewa dan terpuruk karena dirinya. Semoga saja tidak. Embun bergegas masuk ke kontrakan dan mandi. Badan sudah lengket. Gerah juga membuat tubuh terasa l

