Rumy Pov "Benarkah? Kau sedang tidak bercanda, kan?" aku tersenyum geli ketika mendapati bola mata mami membulat sempurna. Bercanda? Yang benar saja, sejak kapan aku senang bercanda menyangkut hal-hal penting seperti ini. Mami seakan lupa dengan karakter anaknya sendiri saja. "Kalau aku bercanda, aku rela Mami kutuk jadi batu deh...." ujarku terkekeh sembari mengacungkan dua jari membentuk huruf V. Kulihat, mami memutar bola mata jengah seusai mendengar perkataanku. Lagipula, kenapa aku harus bercanda jika dokter sendiri mengatakan bahwa istriku sedang mengandung. Ya, setelah aku ajak Zevana ke dokter kandungan sepulangnya aku dari tempat mengajar Nugie tadi, akhirnya aku pun mendapatkan kabar yang amat membahagiakan. "Selamat ya, Pak. Istri Bapak memang sedang mengandung. Dan us

