Author Pov Pagi-pagi sekali, jauh sebelum waktu sarapan tiba, Zevana terlihat sedang menjelajahi dapur. Tak seperti biasanya, dia mencari-cari makanan di dalam lemari es. Saat melihat tak ada makanan instan yang bisa dilahapnya, Zevana tampak frustrasi. Wajahnya cemberut dan tangan kirinya meraba perut ratanya sambil sesekali mengusapnya. Menghela napas, ia lantas kembali menutup lemari es itu dengan perasaan kecewa. "Nona muda, ada yang bisa Bibik bantu?" tegur sebuah suara yang sontak mengagetkan Zevana dan langsung berbalik ke belakang. Membuang napas lega, bahu Zevana pun memerosot. "Bibik, ngagetin aja deh...." gumam Zevana membuang napas. "Maaf, Non. Bibik mengejutkan, ya?" lontar asisten rumah tangga di rumah Rumy tercengir kikuk. "Gak apa-apa, Bik. Untungnya aku gak punya pe

