Krompyang... Untuk ke sekian kalinya, piring berisi nasi dan lauk pauk itu terempas ke lantai. Remah-remah nasi berikut temannya berserakan tak karuan mengotori ubin putih itu. "Audy, mau sampai kapan kamu berbuat seperti ini, Nak?" seru suara keibuan itu mendesah pelan. Namun, yang diajak bicara malah sama sekali tidak menyahut. Dia hanya tetap membisu dengan pandangan kosong yang selalu ia arahkan ke jendela. Setetes air mata jatuh membasahi pipi. Wanita paruh baya itu lantas menyekanya sambil berusaha memunguti pecahan piring yang sudah hancur tak berbentuk. Di ruangan lain, seseorang baru saja mematikan layar laptop sembari membuang nafas berat. Lagi-lagi, kepalanya tertunduk. Rautnya tampak sedih sekali karena belum menemukan tanda-tanda pemulihan dari kondisi adiknya saat ini.

