Dua puluh enam

1744 Kata

Bibir mereka saling bertemu, saling melumat dan saling membasahi satu sama lain. Zevana masih duduk di pangkuan suaminya, seakan tak ingin menyudahi aktivitas yang tengah berlangsung keduanya pun kian memperdalam pagutan demi pagutan yang semakin membara. Bahkan Zevana sendiri sudah mengalungkan kedua tangannya ke leher Rumy, membuat pria itu lantas lebih merapatkan tubuh keduanya hingga tak ada lagi jarak yang tersisa. "Eungh...." tanpa sadar Zevana pun melenguh. Matanya terpejam rapat saking meresapinya ciuman yang tengah berlangsung. Sementara itu, Rumy sendiri sudah tidak mampu menahan hasrat yang telah mencuat ke permukaan. Mengikuti kata hatinya, ia pun mulai mengangkat tubuh mungil sang istri dengan gaya bridal. Lantas beranjak dari tempat duduk semula dan kini tengah melangkah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN