Dua puluh lima

1913 Kata

"Tara!" Si pemilik nama lantas menoleh, sedikit terbelalak kala mendapati dosen pujaan hatinyalah yang ternyata memanggil. Gadis itu mengerjap, menelan ludah susah payah kala melihat Nugie melangkah ke arahnya semakin mendekat. "Pa-Pak Nugie, a-ada apa Bapak memanggil saya?" tanya Tara sedikit terbata, tidak bisa menahan betapa dirinya gugup ketika berada dalam jarak yang dekat dengan dosen tampan yang disukainya itu. "Kamu tau temanmu berada di mana?" Tiba-tiba Tara mengernyit heran, Nugie menanyakan soal keberadaan Zevana. Tentu saja Tara merasa dongkol. Dia sudah geer, rupanya Nugie memanggilnya hanya untuk menanyakan Zevana. "Saya belum bertemu dengannya pagi ini, Pak. Memangnya ada urusan apa Pak Nugie dengan sahabat saya?" selidik Tara sedikit kepo. Alih-alih menjawab pert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN