"Apa? Lo hamil? Kenapa lo bisa hamil, hah?" Audy, perempuan itu langsung menatap tajam lelaki di hadapannya. Uap amarah langsung terkepul dari ubun-ubun. "Pertanyaan macam apa yang kamu lontarin itu, Rissyi? Kamu tanya kenapa aku bisa hamil? Ya kamu coba pikir dong! Kita udah ngelakuin di malam itu, kenapa kamu masih tanya kenapa aku bisa hamil, hah?" bentak Audy menyalang dengan d**a naik turun. Rissyi bungkam. Tidak ada satu kata pun yang bisa dia ucapkan saat ini. Lelaki itu beranjak dari duduknya, mengayunkan kaki ke arah balkon meninggalkan Audy yang masih duduk di kursi belajar. Satu tetes air hangat meluncur dari mata Audy. Dia tidak mengira kalau kejadian malam itu akan menciptakan benih di dalam rahimnya. Perempuan itu mungkin akan merasa senang jika Rissyi merespon kabar ya

