Dua puluh satu

1555 Kata

Pagi-pagi sekali, Tara sudah mejeng di parkiran kampus. Sesekali, dia melirik jam tangan kulit berwarna hitam yang melingkari pergelangan tangannya. Jarum jam sudah mengarah ke angka ke 8, tapi yang ditunggu pun belum muncul juga menampakkan batang hidungnya. "Ck, si Zeze kemana sih? Dia yang bikin janji, dia juga yang ngaret," gerutu Tara mendengkus lalu menelengkan pandangannya ke arah gerbang. Tadi malam, dia memang sudah janjian dengan Zevana untuk datang ke kampus sepagi ini. Malah, sahabatnya itu menentukan di jam berapa mereka akan bertemu. Namun kenyataannya, Zevana malah belum datang meski jarum jam sudah mulai merambat melewat pukul 8 pas. "Huh, tau bakal ngaret gini... Gue gak akan tuh repot-repot bangun subuh dan mandi pagi buta kayak tadi," dumelnya lagi mendecak kesal. Di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN