"LEPASIN TANGAN GUE, RISSYI!" "Enggak!" bantah lelaki bermata sipit itu menatap tajam, "Aku gak akan pernah lepasin kamu, Zevana! Aku gak akan membiarkan kamu terlepas lagi dari cengkramanku," selorohnya, tak sedikit pun melonggarkan cekalan tangannya di pergelangan tangan Zevana Gadis beriris coklat gelap itu berusaha keras untuk melepaskan cengkraman tangan sang mantan, tapi sepertinya, Rissyi benar-benar mengunci pergelangan tangannya sekuat yang ia bisa. Maka jika dibandingkan, tenaga Zevana tidak ada apa-apanya dengan lelaki itu. "Mau lo apa, hah? Kenapa lo terus-terusan ganggu gue?" bentak Zevana emosi "Mau aku itu... Kamu kembali lagi ke pelukan aku, Ze. Apa kamu gak ngerti???" balas Rissyi tak kalah tingginya Zevana mendecih, sejenak dia tersungging kecut sebelum berkata, "Gu

