keesokan harinya setelah kecelakaan yang dialami oleh Nita, Mia menuju rumah Nita sebelum jam 6 karena jarak rumah Nita ke sekolah sekitar setengah jam .
" permisi, Nita " ucap Mia sambil mengetuk pintu rumah Nita.
" iya bentar Mi lagi pake daleman dulu " teriak Nita dari dalam rumah sambil membuka pintu .
" hahahaha gila kamu Nit " ucap Mia sambil menahan pintu rumah Nita supaya Nita merasa malu.
" et jangan dibuka pintunya aku malu enggak pake daleman Mi , kamu ni ya hahahaha " ucap Nita sambil berusaha menutup pintu yang ditahan sama Mia .
" yaudah buru aku tungguin jangan sampe lebih dari jam 6, 5 menit lagi udah jam 6 nih Nit " ucap Mia menyuruh Nita untuk cepat cepat menyelesaikan persiapannya .
" iya ini udah rapi tinggal pake segatu doang Mi jangan rewel deh " ucap Nita sambil memakai sepatu ,
" nah gitu dong, yaudah aku nyalain motor dulu kalo gitu, perlu dituntun enggak jalannya? " tanya Mia.
" enggak , enggak usah ini udah baikan kok semalem juga udah diurut " ucap Nita .
kemudian Mia pergi keluar rumah Nita sambil menyalakan motor dan ketika hendak menyalakan motor ibu Nita masuk kedalam rumah dan berpapasan dengan Mia .
" eh ibu " ucap Mia sambil mencium tangan ibu Nita.
" eh neng Mia, si Nitanya belom rapi ya pasti " ucap ibu Nita.
" udah kok bu itu lagi pake sepatu " ucap Mia.
" yaudah kalo gitu ibu ke dalam dulu ya neng mau ngelanjutin masak " ucap ibu Nita sambil pergi masuk kedalam rumah.
" ok bu " jawab Mia dengan singkat.
tidak lama Mia menyalakan motor keluar Nita yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya .
" yuk cus sayang " ucap Nita.
" ih Nit jijik dah hahahaha " ucap Mia.
" aku juga jijik sih sebenernya ngomong gitu hahaha " ucap Nita.
" yaudah gas ngobrol mulu enggak jalan jalan ini mah hehehehe " ucap kembali Nita.
mereka lalu berboncengan menuju sekolah dan sepanjang perjalanan mereka bernostalgia akan masa SMP yang mereka berdua alami .
" coba dari SMP ya aku boncengan sama kamu , awet pasti uang jajan aku udah bisa beli motor pas masuk SMA ini " ucap Nita sambil bercanda.
" iya enggak apa apa asal tiap aku bawa motor , kamu yang nyetir ya " ucap Mia .
" ok engga masalah sih cuma pegangan yang erat ya sambil pasang sabuk pengaman " ucap Nita.
" ini motor Nit bukan mobil pake segala sabuk pengaman " ucap Mia.
" kita banyak berterimakasih ni Mi sama Nia harusnya " ucap Nita membicarakan Nia.
" nah kenapa emangnya ? gara gara dia kan kamu jadi kecelakaan " ucap Mia .
" bukan karena kecelakaan , kalo bukan temen mana mau aku bantuin , dia itu lebih dari sekedar temen Mi soalnya dia bisa ngademin kita yang sama sama keras sampe akhirnya sedeket ini " ucap Nita sambil menjelaskan peran Nia dalam persahabatannya antara Nita dan Mia.
" ya iya sih makin lama makin capek juga enggak sih kamu ngerasainnya kalo kita berantem terus cuma antara aku sama kamu enggak ada yang mau duluan minta maaf akhirnya si Nia deh nengahin kita berdua " ucap Mia .
" beruntung ya di SMA kita punya temen macem Nia " ucap Nita menyatakan kebanggaan tersendiri memiliki teman sepertia Nia.
" ya Nit semoga aja pertemanan ini sampe seterusnya " ucap Mia .
" iya semoga aja , asal jangan pada jomblo aja bertiga selama seterusnya hahaha " ucap Nita.
" ih ya enggak lah mana mau aku jomblo terus " ucap Mia.
" kali aja gitu udah enggak doyan cowok " ucap Nita bercanda kepada Mia.
" coba liat udah jam berapa itu di jam tangan kamu ? " ucap Mia sambil menanyakan jam .
" jam kulit kurang bulu Mi " candanya Nita.
" et bercanda aja kuda nil " balas candanya Mia.
" hahahaha jam 06.20 " ucap Nita.
" keburu enggak ya sampe sekolah kira kira " ucap Mia sambil menduga duga .
" enggak tau deh keburu sih kayaknya " ucap Nita.
" yaudah pegangan yang kenceng Nit aku mau ngebut nih " ucapnya Mia sambil menyuruh Nita berpegangan .
" siap ya " ucap Mia sambil memberikan aba aba.
" ok co pilot sudah siap capt " ucap Nita sambil membayangkan seperti naik pesawat.
sehabis lampu merah Mia memacu sepeda motornya dengan kencang dan pada akhirnya jam 06.25 sudah sampai di sekolah .
" hahaha keren keren Mi enggak sia sia dah dulu kamu aku latih jadi pembalap " ucap Nita.
" hahaha pembalap, pemuda berbadan gelap ya " candanya si Mia .
tidak lama mereka turun dari motor , Nia sampai di parkiran.
" nah itu dia baru dateng aku kirain udah dateng lebih awal dari kita ternyata kita yang menang " ucap Nita sambil menunjuk ke arah Nia yang baru sampai di depan gerbang sekolah.
" biasa aja dong bawa motornya enggak usah ngebut , takut telat ya kakak kakak ini " candanya Nia sambil lewat disamping motor Mia.
" hahaha biar cepet sembuh kakinya si Nita kalo diajak ngebut Ni . " balasnya si Mia.
" sembuh tuh ke dokter bukan diajak ngebut " ucap Nita sambil sedikit kesal .
" yaudah yuk masuk kelas dikit lagi bel masuk " ucap Nia .
" ya ayo " balasnya si Nita.
" dibantu enggak Nit ? " tanya Nia menanyakan kondisi kaki Nita.
" bisa kok bisa Ni meskipun jalannya masih pincang " jelasnya Nita.
" duh duh enggak nyangka ya Ni temen kita udah ada yang jadi nenek nenek duluan , padahal masih muda lho hahaha " ucap Mia sambil meledeki Nita.
" hahaha sialan kamu ya Mi aku diledekin terus " ucap Nita dengan sedikit kesal .
dan pada akhirnyapun Nita di tuntun oleh Mia dan Nia meskipun pada awalnya mendapatkan sedikit candaan dari mereka berdua akan tetapi tidak ada satupun diantara meraka yang tidak membantu Nita untuk menuntunnya berjalan.