Keakraban Mereka bertiga

1270 Kata
" kamu enggak usah menyesali kejadian yang udah terjadi jangan berpikiran bahwa semua salah kamu, karena kamu si Nita jadi begini, malah ayah mendukung Nita yang kaya gini karena dari sini dari sebuah luka bisa menceritakan kejadian apa yang sudah kita lakuin " jelas ayah Nita. " makasih banyak lho pak sudah nguatin Nia, sebelum saya sampe dirumah ini pasti kepikiran nanti aku yang disalahin dan aku biang keladinya dari semua ini " ucap Nia sambil berkaca kaca di kedua bola matanya . " enggak kok sebelum kalian berdua sampe kerumah ini si Mia udah ngejelasin semuanya ke ayah sama ibu " ucap ayah Nita sambil memberikan tisu kepada Nia yang hampir meneteskan air mata karena takut dijadikan sebagai biang keladi semua kejadian yang dialaminya . " udah enggak usah nangis jadi perempuan tuh harus kaya wonderwoman " ucap ayah Nita sambil menguatkan Nia . " iya pak makasih udah ngasih saran kepada saya " ucap Nia sambil mengusap air mata yang diberikan oleh ayah Nita barusan. " yaudah ayah masuk ke kamar dulu ya kalian bertiga disini dulu ibu lagi belikan kamu makan dan nyiapin minum buat kalian , dan buat Nita anah ayah , lanjutkan selagi itu baik ya " ucap ayah Nita sambil memberikan dukungan kepada anaknya sendiri dan pergi menuju kamar untuk istirahat karena pada waktu itu kebetulan ayah Nita baru saja pulang kerja. " et Nit aku kira aku bakal dibentak abis abisan deh sama ayah kamu gara gara aku " ucap Nia. " enggak kok ayahku selagi itu positif ya enggak bakal marah " jelasnya Nita . " yaudah kita berdua pulang ya Nit " ucap Mia . " entar dulu Mi nyokap lagi beli makan kok buat kalian berdua makan aja dulu " ucap Nita . " kalo dirumah nanti kalian diomelin sama orang tua kalian, biar aku yang ngejelasin besoknya " lanjutnya Nita. " huh ngomongnya itu lho yang sok pahlawan banget padahal mah jalannya masih pincang " ucap Mia sambil meledeki Nita. " heh siapa bilang aku pincang ni aku jalan " ucap Nita sambil berdiri lalu menggerakkan kakinya. " aduhhhhhhhhhhh " meringis kesakitan Nita karena memaksakan untuk bergerak lebih banyak . " kan dibilangin sok kuat sih kamu " ucap Nia sambil menggendong Nita yang tersungkur karena tidak kuat menahan beban berat badannya sendiri . " besok aku samper kamu sekolah ya " ucap Nia. " eh enggak usah Ni nanti kamu malah kesiangan lagi " ucap Nita menolak tawaran Nia. " sama aku aja besok berangkat pulangnya kan kita searah tuh " ucap Mia menawarkan kepada Nita. " enggak ngerepotin Mi ? " ucap Nita. " repot sih kalo dijalan kamu banyak mintanya, tapi kalo kamu diem aja pas diboncengin naik motor sih aku enggak repot hehehehehe " ucap Mia sambil meledek Nita. " meledek saja kau ya bisanya " keluarlah bahasa batak yang di ucap Nita. " bah kau bisa bahasa batak ? " balas Mia dengan menggunakan logat batak juga. " aduh aduh daripada ngomong bahasa batak enggak ada manfaatnya mending kalian berdua buka warung tuh dipinggir jalan atau enggak dikantin biar ada fungsinya kalian belajar bahasa batak " ucap Nia yang lelah mendengar Nita dan Mia berantem terus . " sst diam jangan ikut campur kau " ucap Nita dan Mia dengan berbarengan. " nah gitu dong kalo kompak kan enak akur " ucap Nia . " ah kau ngikutin aja sih yang aku bicarakan " ucap Nita. " siapa juga yang mau ngikutin kamu, kalo aku ngikutin kamu kaki aku bakal korengan kaya kamu " ucap Mia . " mau ngerasain dicium toples kerupuk enggak kalian berdua ? " tanya Nia sambil memegang toples kerupuk dengan nada bicara yang sedikit kesal. " tuh kamu sih mulai mulai, Nia jadi macan kan tuh Mi " ucap Nita. " hahaha macan kurus begitu macan gizi buruk namanya " ucap Mia sambil meledeki Nia . " hahahaha sialan kamu ya Mi " ucap Nia . " macan itu singkatannya makin cantik " lanjutnya Nia. " uwekkkkkk berasa pengen muntah aku " ucapnya Nita. ditengah tengah obrolan yang sangat seru tiba tiba ibu Nita datang membawa bungkusan makanan . " ada apa ini ribut ribut " tanya ibu Nita. " si Nia sama Mia ribut nungguin makanan katanya enggak sampe sampe bu giliran udah sampe makanannya malah diem " ucap Nita. " ih enggak boong bu si Nita " ucap Nia  " tau ih udah banyak luka begitu masih aja boong, mau emang ntar lukanya nambah banyak gara gara kebanyakan boong ?" ucap Mia . " udah udah kalian jangan ribut aja ini nanti ibu siapin makanan buat kalian bertiga biar enggak ribut mulu " ucap ibu Nita sambil menuju ke dapur untuk mengambil piring dan sendok . kemudian Nia mengikuti ibu Nita dari belakang  " sini bu aku bantuin bawain minumannya " ucap Nia dari belakang sedari tadi mengikuti ibu Nita. " eh si Nia, dikirain siapa , bisa enggak kamu bawanya ? " ucap ibu sambil menanyakan Nia kesanggupan dalam membawa 3 gelas minuman. " ya bisa bu kan sering bantuin ibu juga dirumah hehehe " ucap Nia sambil tertawa kecil. " yaudah ni kamu pegang nampannya dulu nanti ibu ambil minumnya " ucap ibu Nita sambil mengambil minuman yang sudah disediakan . " dah ni pelan pelan ya neng " ucap ibu Nita sambil menyuruh Nia untuk berhati hati membawakan minuman. " aman kok bu udah jago aku " ucap Nia sambil membawakan minuman ke ruang tamu. " sini sini pelayan " ucap Mia . " sialan kamu Mi si Nia disamain kayak pelayan " ucap Nita. " yaudah aku balikin lagi ya kedapur ini minumannya " ucap Nia . " eh jangan dong begitu aja ngambek " ucap Mia . " ngambek ngambek siapa yang ngambek " ucap Nia. " nah itu buktinya ngambek " ucap Mia. ketika mereka sedang asik ngobrol dan bercanda kemudian ibu Nita datang dari arah dapur sambil membawa makanan yang tadi dibelinya . " ini makanan nya " ucap ibu Nita. " neng lukanya jangan dipegang pegang takut infeksi nanti " ucap Ibu Nita memberitahukan kepada Nita. " enggak kok bu tenang aja " ucap Nita sambil meyakinkan ibunya bahwa lukanya tidak terlalu parah . " dimakan dulu ini makanannya jangan bercanda terus kalian " ucap Ibu. " iya bu saya mah serius terus " ucap Mia. " jangan serius serius entar pacarana " ucap Nia . " mau pacaran sama siapa ada yang mau juga enggak sama Nita " ucap Mia sambil meledeki Nita. " hahahaha kalo ada yang mau sama aku pas lagi luka luka begini berarti tandanya cowok itu tulus" jelasnya Nita. " hmm masih SMA udah pacar pacaran belajar yang bener " jawab ibu Nita. " biarin kenapasih bu buat penyemangat dalam belajar " ucap Nita. " yang ada bukannya semangat malah bolos sekolah mulu nanti nya kalo punya pacar " ucap ibu Nita. " hehehehehe bener bener itu bu " ucap Nia sambil menertawai Nita. " seneng banget kamu kayaknya kalo aku diledekin sama ibu sendiri " ucap Nita. " enggak kok cuma lucu aja Nit " ucap Nia sambil memberi alasan dari sebuah tawanya. " yaudah dimakan dulu " ucap Ibu Nita sambil kembali menuju dapur . " seharian kita makan terus ya , kalo begini sama aja nemenin Nita biar gemuk " ucap Mia. " makan terus makan terus tapi tetep aja dimakan " ucap Nita . " selagi ada makanan mah ya dimakan daripada makanannya nangis enggak ada yang makan " ucap Mia menyindir Nia. " nyindir terus Mi sindir terus aku " ucap Nia yang peka akan sindirian dari Mia .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN