Napas Jesica seketika memburu. Dia tidak terima atas pemecatan yang bersipat mendadak ini. Dia belum siap berpisah dengan Biyan. Dia juga belum siap untuk hidup kembali sendirian. Mungkinkah ini karena dia bersalah telah mengucapkan kata cinta? Mungkin ini hukuman karena Jesica melanggar peraturan di kontrak? Ah …. Jesica sangatlah menyesal mengakui perasaannya pada Biyan. Kalau akan seperti ini. Andai saja saat itu dia tidak mengakui perasaannya. Lalu andai saja dia tidak mengajak Biyan pergi ke Sukabumi. "Yah … ih, kenapa? Aku punya salah apa sama Abang?" Dia semakin merasa ada yang salah. Mungkin Jesica terlalu merepotkan. "Maaf, ya! Gara-gara nguping? Atau aku kekanak-kanakan? Atau gara-gara aku miskin? Atau mmmm … karena ngerepotin Abang kesini?" Jesica mencoba menebak dan mengg

