Jesica masih duduk di bangku santai bersama Biyan. Dia sudah membayangkan jika suatu saat nanti, menjadi kupu-kupu yang indah dan bisa terbang dengan bebas ke udara menjadi Jesica yang lebih kuat, yang mandiri, sukses dan bisa membahagiakan serta membanggakan kedua orang tuanya. Biyan memang sosok yang dewasa, pengertian juga sangat bijak. Berkat motivasi serta dampingannya. Jesica mulai menguatkan hati. "Abang makasih ya udah kasih semangat buat aku, udah support aku, udah selalu ada buat aku, aku beruntung punya Abang!" Rasa syukur tiada henti Jesica ucapkan di dalam hatinya. Pertemuan yang tidak di sengaja saat dia kabur dan langsung masuk ke mobil Biyan menjadi awal pertemuan mereka. Jika saja saat itu Jesica masuk ke mobil orang lain. Mungkin saja mereka tidak akan bertemu. Ini sung

