Jesica segera berlari dengan tas yang begitu setia terpasang di punggungnya. Suara lemari lapuk itu pasti akan membangunkan kedua orang tuanya dan dia akan ketahuan. Bodohnya lagi, dia malah tidak berhati-hati dan bisa menginjaknya. Langkahnya terhenti lagi saat dia menemukan pecahan kaca yang besar sekali dan bisa saja menembus kakinya yang hanya di alasi sandal biasa. Dia mendengar suara dari dalam rumahnya. Seperti ada orang yang bangun dan tengah berjalan. Jesica berjalan mundur dan dia menabrak kawat pembatas halaman. "Sial …." Suara kebisingan kembali terdengar karena dia tidak berhati-hati. Jesica membuka pagar belakang rumahnya dan bersiap untuk kabur lagi dari situ. Total dua kali dia kabur, semua karena sang ayah yang ingin menikahkannya dengan juragan andong. Suara pintu ya

