"Aku bertemu gadis ini di Monas. Segera berikan dia pelajaran!" ucap Kania pada lawan bicaranya lewat telepon. Tangannya mengepal dan matanya terus memperhatikan Jesica sampai gadis itu menghilang dari pandangannya. Lelaki yang mendengarkan suaranya pun menjawab, "Iya, Nyonya!" Dia bergidik ngeri jika sudah di hubungi dan di berikan tugas. Kania terlihat manis tapi sangat kejam jika sudah marah. "Jangan lelet. Dia dan keluarganya harus hancur. Bila perlu sampai tidak ada lagi di dunia ini." Seringai iblis terukir di wajah yang awet muda karena di rawat oleh beragam treatment kecantikan. Ia tidak menyangka hari ini bisa bertemu dengan gadis bernama Jesica. Dunia begitu sempit hingga mereka tidak sengaja bertabrakan. "Baik, Nyonya!" Telepon pun terputus. Kania masih berdiri mematung di d

