"Reginald!" Beruntung Biyan mengucapkan nama Reginald sangat pelan. Jantung Biyan seakan berhenti berdetak saat melihat wajah anak semata wayangnya. Yang tadinya ingin menyambut dan memeluk Jesica, tidak jadi Biyan lakukan karena ada Reginald. Biyan berlari melewati Jesica begitu saja. Jesica tadinya berharap di sambut lalu di peluk oleh Biyan, tapi kenapa malah ternyata Biyan melewatinya begitu saja. Perasaan Jesica tampaknya harus di kubur dalam-dalam dan tidak terlalu berharap. Biyan membekap wajah Reginald sebelum di lihat oleh Jesica. Dia memberikan kode pada Alex sebuah siulan agar Alex mengamankan Jesica. Beruntung Alex peka dan bergerak cepat. "Jejes gemesh. Sini, Sayang." Alex mendekat lalu menjepit kedua pipi Jesica dengan kedua tangannya agar gadis ini tidak menoleh ke ara

