Ciuman itu singkat. Saking singkatnya hanya menyisakan rasa yang seperti tersambar petir. Biyan heran dengan kelakuan anak gadis ini. Kenapa dia hanya di cium singkat sekali. Padahal jantungnya sudah bergemuruh dan hatinya ingin merasakan yang lebih. Rasanya berbeda. Sungguh-sungguh berbeda. Gairah dari ciuman itu begitu membuat hormon adrenalin Biyan naik. Terlebih lagi Jesica mau menjadi sugar baby-nya. Dia terselamatkan dari taruhan gila bersama teman-temannya itu. "Ko Jesica duluan yang cium abang?" tanyanya yang heran atas tindakan Jesica yang tidak terduga itu. Gadis polos ini berani-beraninya mencium dia lebih dulu. Harusnya Biyan yang melakukan itu. Jesica kini duduknya bergeser agak jauh. "Kali aja kalo di cium, Abang jadi gak ketus lagi!" Jesica tersenyum jahil. Dia benar-bena

