Seorang anak laki-laki tengah memeluk tubuh ayahnya begitu erat karena merasa sangat gembira. Sang ayah sampai susah menghirup oksigen karena ruang bernapasnya terhimpit oleh anak semata wayangnya ini. Anak remaja menerima perlakuan simple seperti ini saja bahagianya sungguh luar biasa. Biyan lupa jika dia tidak memastikan dulu Reginald sudah pulang atau belum. Suatu kebetulan yang sangat mengagetkannya. Bertemu Reginald dan tidak jadi menjemput Jesica. Gadis itu menjadi harus menunggu lebih lama lagi untuk dia jemput. "Yipi … asik Daddy jemput. Daddy emang yg terbaik." Reginald mengacungkan kedua jempolnya. "Oh … iya dong. Daddy gitu lho!" Melihat ekspresi anaknya yang sangat gembira. Biyan juga ikut senang. Ketidaksengajaan ini berbuah kebahagiaan bagi sang anak. "Langsung pulang, ya

