Setelah melaksanakan sholat maghrib, Luna membuka tas sekolahnya, ia menemukan kalung berliontin kan huruf Z, kalung itu pemberian Zia ketika di Bali, Luna melepasnya ketika di sekolah tadi. Pikiran Luna langsung melambung merujuk pada foto-foto Zia yang dikirim Tasya, entah sudah yang keberapa Zia meminta maaf yang menurut Zia itu bukan kesalahannya. Luna sendiri tidak sepenuhnya percaya itu semua kesalahan Tasya, jika saja Zia sedikit galak dan hati-hati mungkin tidak ada kejadian yang terulang lagi. Luna menarik nafas dalam-dalam, apakah akan ada perasaan terluka dan tersakiti lagi, jika memiliki kekasih seorang artis ganteng dan terkenal. Akan ada rasa was-was jika suatu saat kekasihnya direbut wanita lain atau memang sang kekasih yang tidak dapat bertahan akan godaan wanita

