“Iyak lebih lentur dan luwes lagi..” “Resapi musiknya.. wirasanya belum dapet semua!” “Ayo samakan gerakannya!" "Jangan nyontek, ayo tutup matanya, merem, resapi musiknya, minggu depan kita akan audisi, untuk tampil di hotel Jakarta.” Ujar sang pelatih. Keringat mengucur deras di pelipis sampai ke pipi Luna, nafasnya memburu, tangannya kadang ke atas kadang ke bawah, kepalanya di ayun kekiri dan kekanan mengikuti ritme lagu. Latihan sore ini telah selesai, Luna dan Metha berpisah di depan sanggar, Luna pulang bersama abangnya, dan Metha di jemput oleh supirnya, sejak kejadian yang menimpa Metha, dia tak diizinkan lagi membawa kendaraan sendiri. Meskipun waktu kejadian itu hanya salah sasaran, akan tetapi orang tua Metha sangat mengkhawatirkan keselamatan diri Meth

