Zia membukakan pintu untuk Luna agar turun dari mobil. "Silahkan nona." Ucap Zia saat membuka pintu mobil. "Terimakasih mas Zia." Luna tersenyum sangat manis. "Ayok." Zia meraih tangan Luna. "Bentar kak." Luna meletakkan boneka nya pada kursi. "Nggak di bawa Zia doll nya?" Tanya sambil mengerutkan alisnya lalu tersenyum. “Kakak mau aku di liatin orang satu restoran karena aku bawa boneka?” Keluh Luna. “Hehehe just kidding beb.. come on.” Ajak Zia terkekeh Suasana restoran yang di pilih Zia tidak terlalu banyak pengunjung hanya ada beberapa yang sedang makan siang, padahal sebenarnya jam makan siang sudah lewat dari 2 jam, namun masih saja ada yang santap siang seperti Luna saat ini makan siangnya telat. Sehingga hanya satu dua orang saja yang memperhatika

