88. Self Blaming

2163 Kata

  Masih terngiang-ngiang ucapan Ale tentang penculik yang salah sasaran itu, alih-alih bukan Luna yang di culik malah Metha. Luna jadi merasa bersalah terhadap Metha sahabatnya itu, karena dirinya lah akhirnya Metha kena imbasnya.    ”Tapi kenapa mereka bisa salah sasaran sih? Aneh banget. Tasya juga! Kenapa perempuan itu masih saja penasaran ingin menyakiti aku.” Monolog Luna sambil begidik ngeri jika membayangkan dirinya yang diculik.      Satu jawaban yang pasti, Tasya cemburu, ternyata dia masih saja mengejar cinta Zia, yang jelas-jelas aktor tampan itu tidak sama sekali mencintai lawan mainnya itu. Sekian kali Tasya berusaha mencelakai Luna, tapi malah orang-orang yang terdekat dengan Luna jadi sasaran empuk kejahatan Tasya, tiba-tiba pipi Luna terasa hangat.    "Maafin aku ya Me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN