CANDICE EMRYS PERPINDAHAN mendadak kali ini tidak memberikan efek apa-apa untuk daya tahan organ pencernaanku. Jika mulanya perpindahan semacam ini—ketika aku masih seorang amatir yang tidak tahu-menahu akan identitas dirinya—mendorongku untuk memuntahkan seluruh kudapan yang sempat kusantap, sekarang aku malah dapat berdiri di tengah kegelapan pekat dalam kondisi utuh dan sehat. Tidak tahu di mana aku berakhir saat ini, akhirnya kedua tungkaiku berjalan tanpa arah. Hening tercipta—bertolak belakang dengan situasi di Markas Organisasi Harapan. Sepasang mataku menerawang ke segala arah, tidak menemukan apa pun selain warna hitam. Tidak ada sumber penerangan sejauh aku melangkah, membuatku langsung menduga-duga hitam pada lokasi ini bersifat mutlak dan permanen. Kembali ke rencana dan tuju

