CHAPTER 14

1720 Kata

CANDICE EMRYS RUAS jemari kukuh pemuda itu menyusuri helaian surai kelabunya—bukan untuk merapikan, melainkan mengacaknya seperti pelampiasan terhadap sesuatu. Sejak tadi, ia sudah berdiri di sana dengan punggung bersandar di dinding tepat di seberang pintu ruang medis. Raut wajahnya terlihat cemas dan aku cukup yakin ia mengenal Shane dengan baik—mengingat hanya ada gadis pirang tersebut di dalam ruangan. Bahkan, aku sempat berasumsi kalau mereka sesungguhnya lebih dari itu jika ditinjau dari kecemasan si pemuda kelabu. Seperti tahu sedang kuperhatikan, sepasang mata birunya bertumbukan dengan milikku. Ia berjalan menghampiriku dengan langkah terlatih, diam-diam aku kelimpungan karena memikirkan ajaran di Asrama Nightfall tampaknya sangat mengubah cara berjalan seorang kaum adam seperti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN