CHAPTER 21

1682 Kata

CANDICE EMRYS MEREKA menamakannya Hamparan Bunga. Ladang berukuran satu hektare dan bepermadani himpunan bunga dengan beraneka ragam warna membentang luas dan indah tepat di depan mataku sewaktu kami keluar dari mulut gua. Rahangku terasa ingin jatuh saking terpukau dengan panorama terindah yang baru pertama kali ini kulihat dalam seumur hidupku. Selama tiga hari terakhir, aku memang telah melihat dunia luar dengan mata kepalaku sendiri—tetapi belum ada panorama yang berhasil membuatku terkagum-kagum selain ladang ini. Kalau aku bisa mengumpamakan, Hamparan Bunga persis seperti latar dari salah satu dongeng yang k****a semasa kanak-kanak—kaya akan warna-warnanya. Telapak kakiku menginjak rumput hijau yang mengeluarkan aroma tanah basah, menambahkan unsur kenyamananku terhadap lokasi ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN