CHAPTER 20

1308 Kata

CANDICE EMRYS "SUDAH kubilang berapa kali untuk tidak mengusikku, Bi?" Pemuda itu membelakangi pintu—merunduk serta tidak repot-repot sekadar menengok. Kepalaku dengan ragu menoleh ke arah Roselle untuk terakhir kalinya sewaktu wanita itu mulai menggeser dinding itu kembali dan membiarkan dinding-dinding di dalam ruang tersembunyi itu mengungkung kami—Tristan dan aku—hanya berdua. Pemikiran ia akan kembali menenggak darahku cukup membuat roma halusku sedikit meremang, tetapi rasa simpatik lebih dominan untuk saat ini. "Kupikir kau agak mengalami sedikit kemiringan di dalam otakmu," aku melipat kedua tangan agar terlihat angkuh meski Tristan tidak melihatnya, "Kau berbicara dengan dinding, huh?" Helaan napas dari bibir pemuda itu lolos. Masih tetap dalam posisinya, ia berkata dengan dat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN