CANDICE EMRYS "INGIN pergi ke mana kau, Candice?" Berselindung memang bukan keahlianku. Rencana untuk beranjak dari Desa Lux dan kembali meneruskan perjalanan menuju Markas Organisasi Harapan seorang diri sepertinya berakhir gagal total. Di ambang pintu, aku melipatkan kedua tangan dan mengedarkan penglihatanku ke sekeliling selagi memutar otak untuk mencari-cari dalih yang tepat. Aku baru bisa membentuk seringai di bibir lebih kurang tujuh detik pasca terlintas sebuah dalih untuk mengurangi kesangsian Rhett, Tristan, dan Graham. Sambil menjentikkan jemari, aku berkilah dengan tempo cepat tanpa mempunyai keberanian penuh untuk menatap mereka, "Kamar kecil! Tentu saja aku ingin ke kamar kecil. Sungguh." Di balik pendaran remangnya intensitas cahaya, sepasang mata Rhett menajam seperti

