Adrew berdiri tepat di hadapan Jemima. Memegang kedua Jemima dan tersenyum. Dia berharap langkah yang mereka ambil ini adalah langkah terbaik untuk melanjutkan masa depan yang sempat hampir saja tertunda. Banyak sekali kejadian yang sudah mereka jalani. Bersama-sama suka mau pun duka, karena sudah sangat malam. Adrew memilih untuk pulang, Jemima tetap berada di rumahnya. Karena besok, Adrew akan ada kembali untuk berbicara kepada Ibu dan Ayah Jemima untuk kelanjutannya. "Kalau begitu, aku pulang dulu. Sampai jumpa besok," ujar Adrew. Dia meminta izin kepada orang tua Jemima dan menaiki mobilnya beranjak pergi dari pekarangan rumah Jemima. Jemima menghela napasnya lalu menatap kedua orang tuanya bergantian. "Besok kita akan membahas mahar," ujar Ruth. Jemima baru saja ingin menjawab,

