Bab 67

1019 Kata

"Jov, bangunlah!" ucap Andrew menggoyangkan pundak Jovic. Sudah jam lima pagi, seharusnya Jovic bersiap. Jovic melenguh membuka matanya. Badannya terasa sakit semua, ternyata rasa sakit di hatinya berpindah ke sekujur tubuhnya. Jovic benar-benar lelah, dia berjalan lemas menuju kamar mandi bersiap menuju kantor. "Thanks Ndrew tumpangannya." Jovic tersenyum sembari menyendokkan oatmeal ke mulutnya, Andrew terlalu sibuk memasak pancake, pilihannya jatuh pada oatmeal. Sendok yang disetuh Andrew hanya berputar-putar di sekitar mangkuk, dia melamun, membayangkan kembali wajah Bella. Andrew kesal melihat Jovic yang seperti orang tanpa harapan hidup. "JOV! COME ON! Perempuan tidak hanya satu, kenapa harus mengejarnya sih?" ucap Andrew kesal. Dia malas menatap Jovic yang tidak memiliki gai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN