Bab 68

1032 Kata

Bella masih mematung menatap wajah Jovic, menelusuri setiap lekuk wajahnya. Tampan, Jovic memang tampan dan menawan. Sejak awal Bella menatap Jovic ragu, dia takut akan tersakiti jika menerima cinta Jovic. Bella trauma, hatinya tercabik setiap kali jatuh cinta, kali ini dia tidak mau gegabah, tidak mau menjadi wanita yang mudah didapatkan. Dia lelah kepada lelaki yang hanya jatuh cinta kepada parasnya. Kelak saat menua atau lemak mulai mengisi tubuhnya, mereka akan pergi. Bella yakin akan itu, karena dia pernah mengalaminya. “Aku? Tidak.” Bella menjawab cepat lalu keluar dari mobil, menutupnya dengan membanting pintunya. Dia berjalan sedikit berlari menuju apartemennya. Tidak lagi menoleh ke belakang, membiarkan Jovic yang masih mematung dengan sikap Bella yang berubah menjadi cuek. Bell

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN