Adrew menatap dengan penuh tatapan kemarahan. Jemima yang mengetahui tatapan itu, tangan Adrew mengepal erat. Dia menghempaskan beberapa barang di hadapannya. Wanita yang dia cintai, sama saja dengan orang tuanya. "Kamu seharusnya bertanggung jawab atas anakmu!" bentak Adrew. Jemima tertunduk. Perlahan suara tangis terdengar dari Jemima. "Tangisanmu, tidak akan mengubah keadaan," ujar Adrew. Adrew duduk di sofa. Sambil memijat pelipisnya, pusing dengan pemikiran Jemima orang yang dia cintai. "Apa kau tidak peduli dengan anakmu?" tanya Adrew. Jemima tak menjawab dia hanya menunduk, tanpa berani menatap Adrew dengan kemarahannya yang menurut Jemima. Entahlah. "Kenapa kau sangat marah? Bukannya kau senang? Karena aku tidak melibatkan dirimu dengan anakku itu," ujar Jemima. Adrew ya

