Bab 40

1305 Kata

Setelah diabaikan seharian, yaum berikutnya, Jemima secara paksa meminta Andrew untuk menemuinya di apartemen. “Ada yang harus kita bicarakan,” ketik Jemima di gawai, mengirim pedsan. Andrew hanya melihat, tidak berniat membalas. Alhasil Jemima menunggu dengan gusar di kursi putar sudut baca di kediamannya tanpa melepas setelan kerja. Entah menit ke berapa, bel apartemennya berbunyi. Jemima kira Andrew tidak akan datang, namun melihat rupa di depan mata, Jemima tersenyum lebar sembari mempersilakan Andrew ke dalam ruangan. Mereka duduk berhadapan di ruang keluarga. Lampu yang dibiarkan temaran membuat Adrenalin Jemima kian terpacu tak karuan. “Sepuluh menit berlalu, dan kau masih membatu,” sinis Andrew. Pria itu sudah mencoba sabar kepada Jemima, tetapi balasan yang ia terima sungguh m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN