Bab 36

1031 Kata

Jemima melangkahkan kakinya memasuki kantor dengan perlahan. Sebenarnya Jemima masih sedikit mengantuk karena kemarin Andrew membawanya pergi ke pasar malam dan pulang hingga larut. Meskipun begitu, Jemima benar-benar tidak menyesal telah datang ke pasar malam bersama Andrew. Malahan, Jemima sangat senang. Jemima mendudukkan dirinya di kursi dengan tangan yang berad di meja sebagai tumpuan kepalanya. Godaan Jemima untuk tidur sangatlah besar. Rasanya, Jemima langsung ingin pergi menjelajahi alam mimpinya. Namun apalah daya jika Jemima tidak masuk hari ini, maka tugasnya akan semakin banyak saja. “Je.” Airin yang tiba-tiba datang langsung saja membuyarkan alam mimpi Jemima. Dengan gerakan malas, Jemima menegakkan kepalnya dan menatap Airin dengan tatapan sayu dan lesu. Airin bahkan samp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN