Bab 16

1255 Kata

Seminggu berlalu. Persiapan pernikahan Jemima dan Andrew kian matang saja. Pagi itu Jemima tidak diantarkan sampai lobi sebagaimana biasa. Memang desas-desus sudah mereda, tapi Jemima sendiri yang menolak. Tidak apa-apa. Jemima hanya rindu masuk ke kantor seorang diri tanpa ada tangan hangat yang menggandengnya. Itensitas pertemuan Jemima dan Jovic semakin menipis. Sama halya dengan Andrew, Jovic pun akhir-akhir ini sibuk bekerja dan tidak lagi mengirimi Jemima pesan. Ada rindu yang merebah pada hati Jemima. Tak bisa ditutup-tutupi. Apalagi saat ini pria yang Jemima pikirkan tengah berdiri di depan lift. Jemima memutar tumit, memilih menggunakan tangga ketimbang bertemu dengan Jovic. Ketika istirahat makan siang, seperti biasa, hanya wanita berambut ikallah yang menemani Jemima. Siapa l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN