“Apha? Kau berthemu Xheira dan thak melaphorkannya phadaku?” Garpu di tangan Zhorak terjatuh. Ekspresi yang nyata bahwa dia terkejut dengan laporan Gyuka. “Ehem… tuan muda tidak pernah berpesan seperti itu. Selain itu, adakah kepentingan bos terhadap kemunculannya? Bukankah tuan meminta yang saya selidiki adalah nona muda O’Shizak. Bukan Xheira.” Gyuka mengingatkan segalanya yang hampir kacau. Kalau menyangkut si culun itu, sepertinya kau ketularan aneh, bos. “Oh, ya.” Zhorak mencoba tenang. “Tapi bukankah Xheira pernah menjadi budaknya O’Shizak pula?” Zhorak bersyukur menemukan alasannya yang tepat. “Katamu bila dia bersalaman dengan orang membuat orang ithu menjerith. Dia sedang mengkamphanyekan dirinya untuk menjadi kethua kelas 9 di sekolah Garuda?

