Xheira menatap botol-botol kultur itu dengan putus asa. Akhir-akhir ini pekerjaannya menjadi bertambah banyak karena aksi si Pencuri yang tak pernah tertangkap itu. “Phssstttth… sudah thahu belum?” tanya seorang pekerja di gang sebelah. Gang sebelah adalah jalan kecil yang dipisahkan oleh jajaran rak-rak tanaman yang tinggi. Telinga Xheira melebar begitu mendengar, ‘Pssstttt’. Karena kita tahu syarah yang bertugas menangkap impuls atau rangsangan bahasa , bagian pusat bahasanya, kepala Xheira kadang-kadang berbeda (atau sama) dengan kita. Disana (di kepala itu) kita akan menemukan artinya. Psssstttt = Pengumumam [1] “…. Monsther?!” “Phsssttttth… bililbilib….njfejhkfused… “ “Hah! WABAH?!” “Phssssttttthsth…! .kndk

