O’shizak menatap hadiah indah dari calon mertuanya. Seperangkat kostum lady Zirac yang sedang dalam lamaran. Tangannya meraba sutera halus dari Sehelai gaun panjang sutera hijau pupus, dengan jubah warna hijau lumut. Dilengkapi dengan sorban bertahta berlian, seperti biasa, berselendang panjang yang biasanya digunakan sebagai cadar. Bingkisan itu disertai undangan di dalamnya. O’shizak mengulang membaca undangan indah itu. Sebuah undangan resmi dari Byjak untuk melakukan keiseki lagi. Tak tanggung-tanggung, keiseki ini adalah upacara perkenalan untuk semua anggota keluarga. Karena keiseiki yang pertama, dilakukan untuk calon mempelai, hanya berdua. Pada Keiseiki pertama, sejatinya O’shizak memberikan pendapat keberatan terhadap perjodohan itu. Karena perjodohan itu hanya akan membawa

