BAB. 13. SHAKEERA

2279 Kata

“Shakeera!” O’shizak- Zhorak- Caravik bersamaan bersuara dengan berbagai intonasi dan warna suara. Setengah jerit, kaget, lirih, bisik, Alto, bass, tenor. Tanpa mereka tahu, sebuah alat penyadap menghubungkan getaran dari kamar Caravik ke kamar yang tepat di atasnya. Dengan kecepatan yang sama, beritanya langsung sampai ke kamar yang teratas, kamar VVIP. Di mana Byjak menatap alat pengeras suara dari penyadap itu dengan melotot.            “Shakeera… Thophan badai!” Gemelutuk gigi Byjak beradu.            “Jadi dugaan kitha benar. Sang rathu ada di sini. Dia phasthi akan menunthuth balas!” Kronik bicara tak kalah pelan, berdesis penuh tekanan.            “Kalau dia thahu… bahwa..  Haaassshhhaaahhh..” kata Byjak seolah tak mampu menerus kalimatnya.            “Ijinkan saya melakukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN