Qinara yang tidak diharapkan

1741 Kata

Meisya duduk memangku Qinara yang bersandar di bahu dengan kedua tangan melingkari pundaknya, ia berada di ruang tengah bersama kedua nenek Qinara, Eyang Estri dan Eyang Putri Qinara biasa nyapa mereka, Eyang Putri adalah ibunda Asih dan Eyang Estri adalah ibunda Naka. Sementara para lelaki sedang menggelar acara tahlil di ruang tamu hingga teras rumah, yang dihadiri para kerabat dan tetangga mereka Naka. Samuel juga ada di sana, Meisya menatap kedua wanita yang sudah tidak muda lagi itu. Mereka adalah dua orang yang tidak memiliki ikatan darah tetapi dipersatukan menjadi keluarga oleh ikatan pernikahan anak-anak mereka. "Eyang Estri, saya mohon doakan Asih putri saya, agar diampuni segala dosanya. Maafkan juga jika selama menjadi menantu Anda dia banyak kekurangan dan kesalahan," ujar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN