"Pak, istri Anda." Naka langsung berlari saat seorang perawat memanggilnya, bahkan sebenarnya perawat itu belum memberi tahunya apa yang terjadi pada Asih. Meisya yang juga merasa penasaran langsung mendekati jendela untuk melihat apa yang terjadi pada Asih, Samuel yang sedang bersembunyi pun langsung mendekat dan melihat ke balik jendela. "Mbak Asih kenapa, Sya?" tanya Samuel, Meisya hanya sekilas menoleh lalu menggelengkan kepala pelan. Mereka berdua fokus melihat ke dalam di mana Naka sedang membisikkan sesuatu di telinga sang istri, sementara di sisinya Qinara yang tampak kebingungan dalam pelukan Eyangnya yang tampak sedang menangis seraya menutup mulutnya. "Mbak Asih." Meisya menempelkan tangannya pada kaca yang ada di hadapannya seolah ia bisa menggapai tangan Asih dan bisa

