"iya Ma masih dijalan"
"Kamu itu keterlaluan Reza ! semua tamu sudah pada datang,please deh jangan mempermalukan Mama"
"kalau Mama malu better gak usah ngadain pesta"
"sudah gak usah banyak ngejawab Mama,buruan datang ! "
"see you Ma"Reza memutuskan panggilan telpun sepihak dia malas mendengar omelan Mamanya.
Dengan kesal Sella berjalan kembali ke ruang pesta.Tak lupa dia ulas senyum elegannya yg biasa dia lakukan didepan publik.
"Maaf ya Rin,Amanda Rezanya masih diperjalanan pulang.Maklum lama gak pulang nemui temen sekolahnya dulu"
"ya gak papa Sel,lagian kami kan jg baru datang "
"yuk kita ngobrol sambil nyicipi hidangan"ajak Sella
"Maaf ya Suamiku gak bisa hadir di pesta kamu"
"gak papa kan yg penting kalian masih bisa datang,duh Amanda malam ini cantik banget"
"Makasih Tante"jawab Amanda dengan senyum manisnya.
Amanda adalah gadis mandiri yg memprioritaskan karir lebih utama daripada pribadinya soal hubungan persoalan cinta.Jadi soal pasangan dia memang pemilih tapi bukan hanya sekedar mapan atau dari keluarga yg ekonominya bagaimana atau pendidikannya.Karena Orang tuanya selalu mendidiknya menjadi perempuan independen namun tetap jadi pribadi yg rendah hati.
"Handoko mana Sella,kok belum kelihatan? "
"oh masih angkat telpun sebentar Rin penting katanya bentar lagi pasti turun"
Bohong Sella karena tak ingin keretakan rumah tangganya diketahui siapapun.Ya begitulah Watak Sella yg lebih memilih hidup penuh ekpektasi tinggi.
Tak selang lama Reza nyampai dengan membawa hadiah gelang cantik yg memang sudah Reza persiapkan jauh hari.Reza sudah hafal watak Mamanya barang brand mahal adalah prioritasnya agar bisa dia show up dengan memakainya saat berkumpul teman sosialitanya.
Ya walaupun Reza sangat jengah dengan sikap Sella, yg selalu memprioritaskan ekspektasi kehidupan yg sempurna.Dia tetap sadar diri dia tetaplah Mamanya yg telah mengandung dan melahirkannya.Dia hanya berharap Sella akan berubah dan bersikap sebagai Ibu yg seperti Andini yg mementingkan kebahagiaan keluarga terutama dirinya sendiri,bukan hanya berekspektasi tinggi seakan hidupnya sempurna penuh kebahagiaan didepan publik semata namun sebenarnya sebaliknya.
"Ma.."sapa Reza lalu memeluk Sella dan mencium kedua pipinya.
"kamu udah datang? "balas Sella lebih lembut berbeda dari saat ditelpun tadi.
"iya"jawab Reza sambil memberikan paper bag kecil hadiah untuk Mamanya.
"Papa mana? "lanjutnya.
"bentar lagi juga turun,Sini kenalan sama Amanda putri cantik Tante Rinda kamu masih ingat kan? "
"Hallo Tante apa kabar?"sapa Reza ramah dan sopan pada Rinda.
"Tante baik,gimana kabar kamu sendiri? "
"baik juga Tante"jawabnya dengan senyum ramah lalu menoleh pada Amanda.
"Hallo,Reza" Sapanya sambil mengulurkan tangan untuk berkenalan.
"Amanda"balas Amanda ramah sambil menerima uluran jabat tangan Reza.
Saat itu juga Handoko turun sambil menyapa beberapa tamu lain lalu mendekat pada mereka ikut menyapa Rinda tentu,jg menyambut kedatangan Reza.
"Pa.."Sapa Reza langsung memeluk Papanya.
"kamu baru datang? "
Reza hanya mengangguk memberi jawaban.Tentu Handoko paham dengan jawaban putranya bahwa dia baru saja menemui Andini.Handoko sangat hafal dengan kebiasaan Reza yg begitu menyayangi Ibu tirinya.Dan itu bukan masalah besar bagi Handoko karena setidaknya ketulusan Reza menyayangi dan menghormati Andini mengurangi rasa bersalah dan penyesalan Handoko yg telah menyakiti dan menyiakan Andini.Karena setelah mereka berpisah Handoko menyadari bahwa dia benar benar masih mencintai Andini.
"Hallo Rin..Amanda,sudah lama datang?"
Handoko beralih menyapa Rinda dan Amanda.
"maaf tadi masih ada keperluan sebentar baru bisa turun menyapa kalian"lanjutnya.
"nggak lama baru aja kok"jawab Rinda.
Kini sudah mulai Acara inti pemotongan Kue dan sambutan tamu dari Handoko dan Sella.Lalu dilanjut acara memperkenalkan Reza sebagai ahli waris utamanya yg akan mulai bekerja dikantor membantu Handoko CEO perusahaan Sebagai Presdir utama.Sambutan meriah hingga acara selesai.Banyak tamu yg mulai berpamitan,dan masih ada beberapa yg masih berbincang bincang dengan Handoko dan Sella.
Reza dan Amanda jg saling ngobrol berdua untuk saling mengenal.Tentang pekerjaan pengalaman belajar diluar negeri dan banyak hal.Reza senang mengenal Amanda karena pemikiranya yg terbuka berwawasan dan juga humble,berbeda dengan gadis gadis sebelumnya yg Sella perkenalkan yg nampak agresif dan manja.Namun Amanda justru terlihat sangat dewasa.Amandapun merasa Reza cocok dijadikan teman ngobrol bertukar cerita.Ya walaupun bagi Amanda Reza bukan satu satunya laki laki yg bikin nyaman yg dia kenal.Tapi bagi Amanda gak masalah kalau saling mengenal dan bisa jadi Teman.Mereka berdua tak berfikir sampai kearah mengenal karena perjodohan orang tua.
"Jadi kamu perempuan independen yg sukses diusia muda dong"Reza memuji Amanda tulus sebagai obrolan.
"ah nggak gitu jg,aku masih dibantu Mama Papa jg dong pendidikan kan tetep Orang tua"jawab Amanda dengan senyum ramahnya.
"iya jg sih,tapi aku jg gitu banyak yg memuji bakal sukses muda dan membanggakan tapi kenyataannya Ortu jg yg berperan utama kan"
"yah kita cuma beruntung terlahir dari orang tua yg mampu membiayai hidup dan pendidikan kita gitu aja sih,kalau yg bekerja keras belajar sungguh sungguh banyak.Lucky nya kita bisa sampai berpendidikan sampai S2 diUniversitas terbaik so kerjaanpun jg lebih baik"
Reza mengangguk sambil tersenyum menyetujui pendapat Amanda.
kini Para tamu sudah berpamitan semua termasuk Rinda dan Amanda.Malam ini Reza akan menginap dirumah.Sebelum Reza masuk ke kamar Sella mengajaknya bicara.
"kemana aja kamu seharian?"
"biasa ngumpul ma temen"jawab Reza tenang.
"jadi teman teman kamu lebih penting dari Mama? "
"Ma..yg pentingkan Reza sudah pulang,lagian dirumah mau ngapain?"
"ngapain kamu bilang?"Sella mulai kesal dan emosi menghadapi Reza.
"Ma..please Reza udah dewasa,lagian kan malam ini jg nginap dirumah we will have plenty of time to talk"jawab Reza sambil menarik tangan Mamanya mengajak duduk.
"Mama Papa apa kabar?"
"kita baik baik saja"jawab Handoko singkat.
"Mama not ok"
jawab Sella sambil melirikkan mata sinis pada Handoko.
"what happen?" tanya Reza sambil menggenggam tangan Sella.
"Ya gimana Mama bisa tenang kalau anak Mama lebih milih tinggal di apartment sendiri dan jauh dari Mamanya"
"Reza tetep akan sering pulang mengunjungi Mama kok"jawabnya sambil tersenyum
"kamu itu sama aja kaya Papamu suka mutusin apapun sesuai keinginan sendiri,gak peduliin perasaan Mama"
"Kan anaknya ya Kan Pa ?"
pertanyaan yg bikin hati Handoko terasa ngilu dan getir.
"Hahahaa ya masak anak tetangga"jawab Handoko dengan tawa palsunya.
Sella merasa tersindir dengan jawaban Handoko,membuat Reza penasaran ada apa dengan orang tuanya seperti menyembunyikan sesuatu.
Kini mereka telah masuk ke kamar untuk istirahat setelah menghabiskan chiltime dengan membicarakan planing urusan kantor dan beberapa hal lain.Walau sebenarnya canggung dan terasa membosankan Reza tetap berusaha melakukan seperti apa yg Andini pesan.Reza harus tetap peduli dan respect pada kedua orang tua kandungnya.Apapun yg terjadi Andini tak ingin putra kesayangannya kedua menjadi bersikap tak baik pada Handoko dan Sella.Jika dibilang sikap baik dan mengalah Reza karena Andini bisa dibilang ya.Bagi Reza apapun yg bisa membuat Andini bahagia akan dia patuhi itu janjinya pada Anton.