Hari ini adalah hari pertama Reza mengurus perusahaan.Hari yg lumayan melelahkan namun bagi Reza adalah hal yg biasa,disaat kuliah di UK Reza sudah terbiasa disibukkan dengan banyak aktifitas.Menjadi presdir muda tampan dan sedikit pendiam namun tegas membuatnya menjadi orang yg disegani seluruh staff dan juga para klien perusahaan yg bekerja sama.
"Bos udah jam istirahat makan siang nih,ngopi yuk"ajak Gerald sekretaris merangkap asistan pribadi plus sahabat Reza.
"lu gila ya jam makan ngajak ngopi"
"hehee...ngopi sambil ngapeli cewek cantik bisa kenyang jg kali"
"memangnya ada yg mau lu apeli?"
"rese' lu gua berkedip doang aja banyak cewek langsung klepek kok"
"recomend dong menu makan yg enak,gua pengen makan yg pedas"
"ya udah, ayam geprek gimana ok kan?"
"boleh jg"
Dua sahabat itu kini menuju rumah makan yg bener bener recomended bgt.Mereka berdua sudah akrab dari SD,kemanapun selalu bersama macam saudara kembar.Hanya saat Reza menyelesaikan S2nya di UK sj mereka lepas kontak.Kini setelah balik ke Indonesia Gerald lah orang yg dia cari dan percaya.
Gerald benar benar marah dan kesal pada Reza awalnya.Sampai ahirnya luluh jg sampai mau pindah kerja menjadi asistan pribadi Reza dan sekretaris.Reza tidak mau sekretaris cewek apalagi yg seksi seksi gitu,menurut Reza ribet dan risih aja.Kalau masalah kemapanan Gerald memang sedang sedang saja,namun kelebihannya adalah cerdas dan tampan sebelas duabelas dengan Reza.Dan kemampuanya sebagai sekretaris patut Reza acungi jempol walau kadang menyebalkan.
"lumayan jg menu rekomendasi lu Ger"
"ya iya lah,gue kan memang langgan*n disini"Reza menanggapi dengan mengangguk angguk mengerti sambil menikmati ayam geprek.
"btw...gimana si Amanda ?"lanjut Gerald mengganti topik.
"baik"
"gitu doang?"
"emm..lumayan lah"
"kampret lu,gada penilaian yg panjang dikit apa"gerutu gerald sambil menjitak kepala Reza.
"hais...Gue bos lu ya Ger kalau lu lupa !"balas Reza sambil menendang tulang kering kaki Gerald.
"Dan lu sendiri lah yg ngemis ke gua buat mau kerja ma lu Kampret !"balas Gerald tak terima.
Kelakuan kekanak kanakan mereka yg berantem ditempat makan umum membuat pengunjung lain menoleh pada mereka.yg awalnya kesal merasa terganggu berubah menjadi kagum melihat langsung 2 cowok tampan yg sedang berdebat.
"pokok dia better dari cewek cewek yg Mama gue kenalin sebelumnya"
"trus lu setuju,dengan pilihan Mama lu ?"
"gua cuma nganggap dia temen,walau gue bilang better bukan berati gua mau"
"dih atau....jangan jangan lu gay ya,wah gua harus jauh jauh dari lu mulai sekarang"jawab Gerald sambil menjauhkan tubuhnya kebelakang posisi duduknya.
Reza langsung tersedak makanannya dan geram dengan jawaban sahabatnya yg suka nyrocos asal.Gerald menyodorkan es teh pada Reza sambil ketawa ngakak.
"nih minum"
"Sialan lu...gua normal kali,lagian gua udah ada cewek yg gua suka"
Disaat Reza dan Gerald menikmati makan siang mereka, diluar ada Fatma yg kebetulan mau mampir makan siang juga.Hari ini Fatma mengunjungi makam suaminya Anton lalu pulangnya mrmutuskan makan ketempat makan kesukaannya disini.
"Fatma"
Panggil seseorang dan membuat Fatma menoleh kearah suara.
"Galang"
panggil Fatma juga ketika menyadari bahwa teman kuliahnya dulu yg memanggilnya.
"lama gak ketemu apa kabar ?"
"baik Lang kamu sendiri gimana kabarnya ?" jawab Fatma dengan panggilan Kamu karena memang sengaja dia lakukan seperti biasanya Fatma tidak suka memakai bahasa jakarta,gak nyaman aja dan gak biasa.
"gue juga baik kok,eh lagi ada janji makan siang disini ya ?"
"enggak kok pingin mampir aja,baru pulang dari mengunjungi makam Mas Anton merasa lapar jadi mau makan disini."
jawabnya dan Galang hanya mengangguk paham.
"emm boleh gabung dong gue jg lagi sendiri"
"ok boleh"
Kemudian mereka masuk kedalam bersamaan tanpa mereka sadari ada Reza yg melihat mereka datang dan berfikir mereka adalah pasangan kekasih.
ah s**t gua kalah cepat,ternyata dia sudah punya pengganti Kak Anton.Maafin Reza Kak,Reza gak bisa mengontrol perasaan ini tapi ternyata dia telah memiliki seseorang sebagai penggantimu.Tapi...jujur Reza gak rela Kak.
"woiii...malah nglamun !"panggil Gerald menyadarkan Reza.
"Apaan sih..! ganggu aja"jawab Reza sebal dengan kelakuan sahabatnya yg hobi banget jitak kepala.Cuma dia doang ni sekretaris yg berani jitak kepala bosnya.
"nglamunin apaan sih..pulang yuk"
tanpa menjawab Reza langsung melambaikan tangan memanggil pelay*n untuk membayar makanan mereka.
Setelah beres Reza berdiri main pergi tanpa menghiraukan ocehan Gerald yg berisik membuat Fatma juga menoleh kearah mereka dan menyadari bahwa Reza juga disitu lebih dulu.
Apa Reza gak melihatku ya kok dia pergi gitu aja tanpa menyapa ? Fatma bertanya pada dirinya sendori dalam hati.
Setelah Reza dan Gerald pergi Fatma menikmati makan siang dengan Galang sambil mengobrol tentang aktivitas mereka sekarang.Setelah lama tak bertemu dan mengetahui Fatma masih setia dengan statusnya janda diam diam Galang mulai tertarik dengan Fatma.Dulu memang hanya menganggap teman karena memang dulu Fatma ada Anton dan Galang ada Pacar juga, jadi hanya sebatas itu kedekatan mereka tapi sekarang berbeda keduanya masih berstatus sendiri.
"jadi Lo masih tinggal dirumah Anton ?"
"iya serumah sama Mamanya Mas Anton,karena Mama gak mau pisah sama aku"
"emm gitu.Lo bener bener hebat setelah ditinggal Anton bisa buka usaha sendiri"
"enggak sendiri jg sih,dibantuin sama Tante Elis juga"
"Tante Elis ?"
"istri Omnya Mas Anton"
"oh gitu,btw kapan kapan gue boleh dong mampir mencicipi Kue buatan Lo"
"boleh aja"Jawab Fatma dengan senyum lembutnya yg sebenarnya biasa tapi berbeda dimata Galang.
*
Kini Reza telah kembali kekantornya dengan muka dingin.Gerald mah gak kaget denganbperubahan sikap Reza.Tapi karyawan perusahaan takut melihat ekspresi Bos mereka yg berjalan macam Singa kelaparan.
"Ger bikinin gue kopi"
"Buset baru juga makan udah minta kopi"
Tanpa menjawab Reza menoleh kearah Gerald dengan tatapan tajam seperti orang yg mau menguliti daging.Geraldpun tau sahabatnya lagi mood buruk On.
"ok ok.."tanpa banyak protes lagi Gerald langsung pergi menuruti keinginan Bosnya yg menyebalkan itu bagi Gerald.
"untung Sahabat,kalau bukan udah Gua racun lu sama sianida Za"
Gerutu Gerald sambil berjalan meninggalkan ruangan Reza.
Reza duduk dikursi kemegahanya sambil membayangkan Fatma yg bercengkrama mesra dengan Galang dan itu justru membuat dia kesal dengan kesalahpahaman dia sendiri yg berujung jadi cemburu buta,wait Cemburu? memangnya Lu siapanya Fatma Hei Reza.
"Sial ! Kenapa gua kepikiran Kak Fatma terus sih,Kak Fatma ? gua panggil dia Kak dan Gua suka sama dia sebagai wanita hahahaaaa"
Reza menertawakan dirinya sendiri macam orang gila.Gerald yg masuk bersama OB yg membuatkan kopi pun terkejut melihat Reza bicara dan tertawa sendiri.Si OB tentu saja diam gak berani komen hanya membatin saja kenapa Bos macam orang setres ya.
"Za lu gak ada riwayat gangguan jiwa kan ?" tanya Gerald hati hati dan siapa siapa tau Reza akan mengamuk,dan Tttakk..!
sebuah Pulpen melayang dan berhenti tepat dikepala Gerald.
"Auuww REZA....! Sialan Lo "