“Aa-apa? Bali? Serius?” Keisya dan Adam sontak kaget dan saling lempar tatap. “Lycan, bagaimana kalau mendadak IGD penuh dengan pasien? Aku dan Keisya harus segera datang. Kalau venuenya di Bali, bagaimana mau cepat sampai ke rumah sakit?” tanya Adam pada Lycan yang duduk santai sambil menyeruput kopi hangatnya. “Bang! Ditanya, kok, malah santai.” Keisya menabok pelan lengan sang Kakak. Lycan kembali meletakkan cangkir kopinya, balas menatap pada Keisya dan Adam silih berganti. “Kalian berdua kenapa mendadak cerewet?” tanya Lycan sambil memainkan kedua alisnya turun-naik. “Bukan cerewet, Lycan, tapi ….” “IGD ada Dokter Sehun yang bisa diandalkan dan Kakek juga sudah meminta PHI pusat untuk mengirimkan beberapa orang spesialis trauma untuk membantu sementara saat kalian sibuk dengan ur

