mengenal Jepang

988 Kata
Bab 2 Selamat membaca. Pagi ini suasana kota dengan populasi penduduk mencapai 716,197 pada tahun 2010 itu terlihat sangat ramai. Warga nya tampak sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ada yang berangkat kerja menggunakan sepeda, ada yang sedang berolahraga pagi, juga ada yang sedang bermain bersama anak nya menikmati pemandangan musim gugur yang sangat di tunggu ini. Sungguh beruntung aku terdampar di salah satu daerah di Jepang yang kehidupan masyarakat nya menjunjung tinggi toleransi beragama ini. Mungkin jika aku berada di negeri menyeramkan di tengah hutan yang sebagian besar penduduk nya adalah kanibal, aku sudah di bakar hidup-hidup dan di jadikan santapan siang. Ih aku bergidik ngeri. "Ohayo misu," (selamat pagi, Nona) sapa seorang ibu yang sedang mengajak main anak nya. "Ohayōgozaimasu." (selamat pagi juga) jawabku ramah pada tetangga apartemen ku itu. Tetangga apartemen ku menang semua nya ramah ramah. Kota Shizuoka ini terletak di teluk Suruga tepat nya di antara Tokyo dan Nagoya. Anda bisa sampai di ibu kota prefektur Shizuoka dengan menggunakan kereta atau bus dari Tokyo dan beberapa daerah lainnya. Tersedia juga kereta peluru. Fakta menarik seputar prefektur ini adalah penghasil teh hijau terbesar di Jepang. Prefektur Shizuoka juga memiliki ryokan atau penginapan tradisional serta villa resort dan Onsen dengan jumlah tertinggi di banding dengan kota lain di negeri Matahari Terbit ini. Kalian juga bisa menikmati pemandangan istimewa dari kota ini karena terdapat titian kayu terpanjang di dunia, Jembatan Horai Lingkungan hidup kota ini meliputi belukar pohon pinuh Miho-no-Matsubara. Belukar pinus tepi laut dengan pemandangan langsung gunung fuji yang selalu menjadi incaran untuk bahan karya penyair dan seniman terkenal di Jepang. Saat malam musim gugur, ada beberapa tempat yang wajib kamu kunjungi, salah satu nya adalah Shuzenji. Shuzenji berada di Kota Izu. Shuzenji ini juga dikenal sebagai “small Kyoto of Izu”. Selain itu onsen Shuzenji juga terkenal sekali karena menjadi salah satu onsen tertua di Izu. Bahkan, onsen ini juga termasuk dalam jajaran salah satu dari seratus onsen terbaik di Jepang. Selama musim gugur, area Shuzenji ini akan diselimuti dedaunan bewarna orange kemerahan. Pemandangan indah ini tentu saja tak boleh kamu lewatkan begitu saja. Musim gugur di Shuzenji biasanya terjadi sekitar pertengahan November sampai awal Desember. Lalu, di sekitar kuil Shuzenji biasanya diadakan Shuzenji Momiji Festival. Selain menikmati keindahan musim gugur kamu juga bisa merasakan suasana festival tersebut. Di kawasan ini juga ada , Niji no sato, Niji no sato merupakan taman bermain yang selain atraksi, taman ini juga terkenal dengan adanya berbagai jenis serta bunga di tiap musimnya.Saat musim gugur, ada festival Momiji Light Up di taman ini. Kamu bisa menikmati keindahan momiji pada malam hari. "Excuse me, Is there a place of worship for Muslims around here?" (Permisi, apa di sekitar sini ada tempat ibadah umat muslim?) Tanya seorang pria berkemeja putih sambil membungkukkan badan nya "Around here there is only one small prayer room," (di sekitar sini hanya ada satu musholla kecil) "No problem, the important thing is to be able to pray." (tidak masalah, yang penting bisa sholat) jawabnya ramah "Ok let me show you the way," (ok mari saya hantar) ucapku sambil tersenyum Melihat dari aksen Inggris nya, aku prediksi dia adalah orang melayu, pun dengan cara berpakaian dan warna kulit nya, hampir sama seperti ku, beda nya kulit ku sudah menyesuaikan dengan udara Jepang, sehingga warna kulitku pun sudah lebih terang dari warna kulit orang Melayu. "Halo, Pak. Saya sudah sampai di Shizuoka, Bapak dimana?" Tanya nya pada seseorang lewat sambungan telepon, yang membuat ku kaget. Rupanya dia juga berasal dari Indonesia seperti ku. "Oh seperti itu, baik saya tunggu, Pak". Sambung nya kemudian menutup telepon. "Anda orang Indonesia?" Tanyaku membuat nya terkejut. "Eh iya, Anti juga?" jawab nya. "Iya, perkenalkan saya Asma dari Jakarta." jawabku sambil mengulurkan tangan "Saya Zacky dari Jogja," jawab nya sambil menangkup kan tangan di depan d**a. Dahi ku berkerut, sombong sekali orang ini, apa dia menganggap ku kotor sampai dia tak mau menyambut uluran tangan ku? Segera ku tarik kembali tangan ku dan pergi meninggalkan laki laki sombong ini. 'Di Indonesia juga banyak cowo kaya dia, sombong sekali' rutuk ku dalam hati. Tak terasa aku sudah sampai di depan apartemen ku, Suruga sukaitawā. Apartemen ku berada di dekat stasiun kereta. Dalam gedung yang sama, terdapat sekolah, minimarket dan gym. Jalan beberapa meter ke arah barat terdapat hotel bintang 3. Di depan hotel tersebut ada cafe dan salon kecantikan. Lengkap sudah. "Permisi, maaf ini tas mu tertinggal di teras musholla," ucap nya sambil mengembalikan tas ku yang tertinggal. Saking kesel nya aku, sampai lupa kalau aku menaruh tas ku di pilar depan musholla. "Iya terimakasih." jawabku sekena nya. Kemudian pergi meninggalkan nya. "Terimakasih juga sudah mengantarkan saya ke musholla, tapi saya ingin bertanya lagi, apa kamu tahu perkebunan teh hijau Imamiya?" Tanya nya membuat mata ku melotot, karena itu perkebunan teh di mana aku bekerja. "Tentu aku tahu, itu tempat aku bekerja" jawabku menyombongkan diri, karena tidak mudah untuk bisa bekerja di perkebunan teh yang berhadapan langsung dengan gunung Fuji itu. "Antar saya ke sana" jawab nya memerintah. "Kalau aku gak mau gimana? Laki-laki sombong kaya kamu, mending cari orang lain aja sana!" jawab ku kesal "Maksud kamu saya sombong, gimana?" Tanya nya seolah lupa bagaimana cara dia menolak uluran tangan ku tadi. "Gimana aku gak bilang sombong, aku tadi ingin bersalaman sama kamu, tapi kamu malah menangkup kan tangan di d**a, itu kan seperti kamu menolak ku, kamu pikir aku perempuan kotor, ya?" Jawabku tanpa jeda, membuat nya tertawa, entah apa yang lucu. "Dalam agama kami, laki-laki dan perempuan yang bukan mahram tidak boleh bersentuhan, bukan karena saya sombong, tapi itu cara kami menghormati perempuan" jawabnya membuat ku bingung. 'Aku juga agama nya Islam tapi boleh bersentuhan sama cowo, fanatik banget cara dia beragama' rutuk ku dalam hati "Menghormati gimana? Orang kamu jelas-jelas menolak bersalaman sama aku," jawab ku kesal. Meskipun terpaksa, aku tetap mengantar nya ke tempat yang dia tanya tadi. "Kamu tahu ratu Elizabeth dari Britania raya? Beliau itu.... Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN